Aku dan Malam Kelabu

Sesak begitu cepat menyelusup kedalam rongga dada.
Hal-hal menyesakkan itu menyapa malamku lagi.
Seolah tak rela aku menikmati malam yang tenang.
Keadaan pahit silih berganti mengelilingiku.
Semacam pertanda apa ini aku tak mampu menerka.
Semula kamu datang menghiburku, seutas senyum pun dengan tulus aku lepaskan.
Tapi lama-kelamaan kamu menuntut kesempurnaan.
Aku tak sanggup..

Hingga akhirnya kamulah pencipta masa-masa terkalut dalam hidupku.
Kurebahkan tubuh ini sambil mata memejam, aku berusaha merogoh kembali masa kejayaan hatiku.

Didalam mimpi, sekilas wujud bayangan kesedihan dan kebahagiaan terlihat sedang terlibat dalam peperangan serius.
Aku berharap Malaikat berkenan ikut campur dalam pertarungan sengit itu.
Setelah begitu lelah, aku jatuh..
Terlalu lelah hingga tak sempat menyaksikan akhir dari peperangan itu.
Mungkin aku tak harus tau, biar itu menjadi misteri kemudian menjelma sebagai hal terindah. 
Jawaban atas kegigihanku selama ini. Amin.

Aku pernah merasa telah kehilangan segalanya, tetapi ternyata Tuhan memang mencintai umatNya, Dia seliapkan setitik harapan baru di hari-hari terberatku. Terimakasih Tuhan.
Berusaha rajin dan disiplin di tengah-tengah orang bebal, jorok, malas dan tidak bisa diajak kerja sama itu hanya akan menghasilkan : “CAPE SENDIRI”

segini gue keren gak sih? ^O^

apapun yang terjadi, minimal harus bisa bermain musik 

apapun yang terjadi, minimal harus bisa bermain musik 

saya tidak suka banyak berkata-kata, lebih baik banyak beraksi-aksi.
Selalu Tuhan selipkan seseorang pembuat senyum untuk kita walau sedang ditengah kepedihan sekalipun. Itulah Anugrah
Aku hampir lupa bagaimana caranya bersedih, mungkin karena aku terlalu lama berpura-pura bahagia. Mungkin.
Sudah semestinya aku malu jika harus merepotkan orang lain, sekalipun kepada orang yang selalu merepotkanku.
Materi bisa dicari, tapi sahabat sejati itu hanya datang satu kali.
Sekuat apapun kau menahan perasaan cinta, coba saja seberapa kuat hatimu ketika melihat dia menangis sendirian?
Rahasia tetaplah rahasia, kurasa harus dijaga sampai mati.
Setiap helai memory takkan bisa terganti oleh materi.

Setiap helai memory takkan bisa terganti oleh materi.

Makanan dan masa tua nanti

Tak bisa dipungkiri kalau makanan adalah unsur terpenting bagi kelangsungan hidup manusia. Ya semua mahluk hidup butuh makan, sejak masih dalam kandungan hingga kita tua sebelum menutup usia setiap hari kita perlu makan, kita kerja cari makan, pengemis meminta-minta uang dijalanan cari makan, perlaku kejahatan seperti perampok, copet, maling tujuan mereka cari makan, Koruptor menggelapkan uang untuk cari makan.

Makanan dialam semesta ini ber aneka ragam Tuhan sediakan semua untuk mahluk hidup dibumi, semua tergantung mahluk hidup yang harus pintar-pintar memilih terlebih kita manusia mahluk paling sempurna, menurut gue ya sebenarnya sakitnya manusia itu berasal dari apa yang dia makan dan lingkungan sekitar. Contoh, misalnya rata-rata orang tua di Indonesia yang sudah umur diatas ± 60 dia menderita tekanan darah tinggi, Nahh kita tanya makanan apa yang biasa dia konsumsi selagi muda? Dilingkungan seperti apa dia tinggal? Belum lagi tambah diabetes, jantung, ginjal, rematik, asam urat lebih parahnya kanker. Memang penyakit tidak memandang usia tetapi setidaknya ada hal yang bisa kita jaga untuk meminimalisir penyakit-penyakit itu semua, jika kita peduli pada masa tua sebenarnya tak begitu sulit untuk meluangkan 30 menit untuk jogging ketimbang berjam-jam bermain game/gadget, mengganti mie instan yang biasa dikonsumsi setiap hari dengan semangkuk sayur bayam/buah, pindahkan anggaran rokok 2 bungkus sehari untuk membeli 1 cup juss buah, ganti sebotol minuman soda kita dengan segelas susu segar, pindahlah dari tempat junkfood ke tempat seafood. Toh selisih harganya tak begitu mahal? Bisa lebih murah malah. Itu semua tak terasa berat jika dirubah sedikit demi sedikit untuk kemudian dijadikan lifestyle.

Untuk sehat kita bisa melakukannya dengan cara yang menyenangkan tapi jika kamu sudah terlanjur sakit, apakah ada pilihan menyenangkan untuk menikmati sebuah penyakit? Rasa sakit tetaplah sakit, kita hanya akan merugi, rugi waktu, rugi materi, rugi badan, belum lagi merepotkan banyak orang. Jangan sampai menyesal di kemudian hari ajarkan anak-anak sejak dini untuk mengkonsumsi makanan bergizi, buat pola fikir pada anak-anak kita bahwa jika untuk memasukan makanan ke dalam tubuh saja harus pilih-pilih, apa lagi untuk merokok, minuman keras dan racun lainnya yang merusak tubuh.

Pernah suatu hari gue denger ada yang bilang, “ah udah lah makan saja apa yang pengen lo makan mumpung masih muda, nanti kalo udah tua sakit-sakitan mana bisa makan enak?” Itu ucapan orang-orang yang punya fikiran pendek, dengan berbicara seperti itu secara tidak langsung dia sudah men judge masa tua nya pasti akan sakit-sakitan, tapi jika yang berfikir panjang akan berkata, “justru selagi masa muda kita jaga makanan kita, rajin berolahraga supaya tua nanti tidak terserang berbagai macam penyakit mengerikan”. Memang sih umur Tuhan yang tentukan, tapi selagi hidup kita wajib memelihara ciptaan Tuhan, tubuh kita sendiri ini ciptaan Tuhan bukan?. Sehat itu memang ribet, sehat itu memang mahal, sehat itu memang cape, repot. Tapi lebih ribet lagi kalau kita sakit. Setuju?

@LonkChi27

AMan (Anak Manja)

Bukan benci sih cuma gak suka aja liat anak manja, malas, apalagi bersikap bossy sama orang lain bahkan orang tua. Mungkin karena saya terbiasa menjalani hidup yang keras sejak kecil, mencari uang, menyelesaikan masalah, dan melakukan apapun sendiri, jadi aneh aja kalau liat anak manja yang tak bertanggung jawab, tidak disiplin pada dirinya sendiri, jorok dan tidak peka dengan lingkungan disekitarnya.

Tak selamanya orang tua ada, tak selamanya orang-orang sekitar akan mengerti pada sifat manja kita, tak selamanya hidup enak. Bukannya sok suci tapi saya lebih baik berjalan kaki sendiri seribu kilo meter walaupun jarak itu bisa ditempuh hanya seratus meter tetapi itu merepotkan orang lain.

Hidup malas memang menyenangkan hidup santai memang mengasyikan, tapi yang jadi pertanyaan mau sampai kapan kita semena-mena terhadap diri sendiri, menyepelekan waktu dan merepotkan orang-orang diskeliling hanya karna sifat malas dan manja kamu. Setiap orang punya kepentingan, kesibukan dan prinsip sendiri. Masa iya mereka harus terus mengikuti dan melayani sifat malas dan manja kalian, betapa kasian orang yang direpotkan mereka rugi waktu, tenaga dan fikiran hanya demi meladeni kamu.

Tolong fikirkan lagi dan tolong sebutkan 1 saja keuntungan dari sifat malas dan manja kamu. Tidak ada bukan?. Ngomong gampang prakteknya susah, iya berat memang merubah kebiasaan yang sudah tertanam selama bertahun-tahun memang berat. Tapi bukankah lama-lama batu karang pun bisa berlubang karena deburan ombak. Kuncinya 1, yaitu KONSISTEN!, ya konsisten dengan niat mau berubah, lakukan berulang2, pasang tulisan besar di dinding kamar “Malas saja terus jika ingin masa depanmu suram!!”